Bertawadhu

Suatu saat, seorang bijak berkata kepada putranya: “Duhai putraku, jangan kau buang dan sia-siakan ⅔ dari agamamu.”

Sang putra menjawab: “Bagaimana mungkin aku membuang dan menyia-nyiakannya, sedangkan aku mendapatkannya begitu berat dan sulit?”

Sang bijak menjawab: “Ya, ketika kau bersikap tawadhu (rendah hati) kepada orang kaya hanya karena kekayaannya… Aku pernah membaca sebuah hadits Nabi saww yg berbunyi:

*_”مَن أتَى غَنِيّاً فَتَوِاضَع لِغِنَاهُ، فَقَد ذَهَبَ بِثُلُثَي دِينِه.”_*

*_(Barang siapa mendatangi seorang kaya, lalu dia bertawadhu karena kekayaannya, maka dia telah menghilangkan ⅔ agamanya)._*

Bayangkan, padahal tawadhu merupakan sebuah hal yg baik, tapi ketika di lakukan demi kekayaan seseorang, ia akan berakibat yg sedemikian dahsyatnya. Maka waspadalah duhai putraku, dan jagalah selalu pesan ayahmu ini.”